Tips Mengontrol Makanan bagi Penderita Asam Lambung dan GERD
19 Makanan yang disarankan untuk Penderita Gangguan Asam Lambung dan GERD

19 Makanan yang Bisa Mencegah dan Mengurangi Gejala Refluks Asam (GERD)

Posted on

Sudah mendapati bahwa Anda menjadi penyintas GERD? Inilah saatnya untuk menjaga salah satu dari 3 prinsip utama dalam proses perawatan salah satu jenis penyakit yang diakibatkan oleh asam lambung ini, yaitu pola makan, atau dikenal sebagai diet GERD.

Banyak sekali riset yang menunjukkan tentang bagaimana mengukur efek perubahan pola makan pada orang-orang dengan GERD.

Makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran (tidak termasuk bawang dan tomat), ikan dan ayam tanpa lemak, umumnya aman dikonsumsi bagi mereka yang mendapati dirinya didiagnosis GERD.

Meskipun begitu, penting kiranya untuk melakukan pencatatan apakah makanan yang dikonsumsi tersebut benar-benar aman untuk Anda. Hal ini dikarenakan pengalaman tiap orang bisa saja berbeda, tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan tingkat sensitivitas diri.

Secara khusus (dan sudah menjadi keumuman), pasien dengan GERD wajib menghindari makanan maupun minuman dengan rasa pedas, berlemak, dan asin, termasuk kafein dan alkohol.

Mengapa harus mengontrol makanan dalam perawatan GERD?

Menurut Chris Kresser, penggunaan antasida dan PPI (seperti Zantac dan lain-lain) dapat menurunkan asam lambung. Namun asam lambung yang terlalu sedikit atau rendah justru pada akhirnya dapat menyebabkan refluks asam.

Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan bahwa kadar asam lambung yang rendah memungkinkan tumbuhnya bakteri di perut Anda. Bakteri-bakteri ini kemudian yang bisa menyebabkan refluks.

Menggunakan makanan untuk mengontrol refluks bisa mencegah rasa sakit dan kerusakan pada tubuh Anda sekaligus mempertahankan asam lambung yang cukup untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Heartburn dan GERD bukanlah Sebuah Candaan

Institut Diabetes, Penyakit Pencernaan dan Ginjal Nasional ( NIDDK ) di Amerika Serikat, 60 juta orang mengalami heartburn paling tidak sekali dalam sebulan dan 25 juta mengalami gejalanya setiap hari.

Penyakit Gastroesofagus Refluks (GERD) merupakan bentuk refluks asam yang lebih serius dan menjadi gangguan pencernaan yang paling umum di Amerika Serikat.

Sebuah studi menunjukkan bahwa 10-20% individu mengalami gejala setidaknya sekali dalam seminggu. Disamping itum prevalensi GERD terus meningkat.

Obat-obatan untuk refluks asam dan GERD ialah sapi perah bagi perusahaan farmasi. Lebih dari 60 juta resep untuk GERD dipenuhi selama tahun 2004.

Gambaran tersebut terjadi di Amerika Serikat dimana orang-orang Amerika menghabiskan 13 miliar dollar AS secara keseluruhan untuk pengobatan penghentian asam pada tahun 2006.

Nexium merupakan salah satu obat yang paling populer dengan penjualan 5,1 miliar dollar AS yang menjadikannya obat terlaris kedua di belakang Lipitior.

Walaupun statistik tersebut sesederhana itu, sepertinya prevalensi GERD diremehkan karena ketersediaan antasida yang dijual bebas. Hal ini memungkinkan pasien untuk dapat mengobati sendiri tanpa melaporkan kondisinya ke dokter secara berkala.

Mungkin ada beberapa orang yang masih menganggap remeh terhadap rasa panas dalam perut dan tidak menganggapnya menjadi sesuatu yang serius. Kadangkala menjadi lelucon buruk tentang masakan nenek.

Namun, sekarang kita tahu bahwa heartburn dan GERD dapat memiliki komplikasi serius, bahkan dapat mengancam jiwa, termasuk di dalamnya adalah jaringan parut, ulserasi, penyempitan, dan akhirnya kondisi yang paling parah adalah kanker kerongkongan.

Penelitian terbaru menginformasikan bahwa kerusakan dari fungsi lambung yang buruk berikut GERD tidak hanya meluas ke bagian atau lapisan atas esofagus yang sensitif, namun bahayanya juga dapat menuju ke bagian bawah melalui saluran pencernaan.

Jika kontribusi risikonya sampai ke bagian bawah saluran pencernaan, kemungkinan bisa mengarah ke Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan masalah gastrointestinal lainnya.

Apa Saja Makanan yang Dianjurkan untuk Mengurangi dan Mencegah Gejala Refluks Asam (Gangguan Asam Lambung)?

Ini adalah sebagian kecil saja jenis makanan yang direkomendasikan untuk mencegah dan mengurangi risiko gangguan asam lambung seperti refluks asam.

  1. Pisang. Buah ini dikenal karena memiliki kandungan kalium yang tinggi, sekaligus memiliki keasaman yang rendah dan biasanya sangat disarankan untuk diet asam lambung.
  2. Kacang merah. Kacang merupakan salah satu makanan yang dapat menyehatkan jantung. Selain itu ia juga mempunyai serat yang baik. Masukkan kacang merah ke dalam diet GERD Anda dan lihatlah bagaimana ini sangat membantu.
  3. Teh Chamomile. Diketahui bahwa teh hitam dan teh hijau mengandung kafein yang tentu saja perlu dihindari oleh penyintas refluks asam dan GERD, bagi Anda pecinta teh, dapat berganti dengan teh chamomile yang dikenal menenangkan dan menurunkan tingkat stres. Sebagaimana diketahui bahwa stres merupakan salah satu faktor pemicu refluks asam.
  4. Mengunyah permen karet. Mengunyah permen karet segera setelah makan merupakan ide bagus karena akan mengurangi jumlah asam yang ebrsarang di kerongkongan. Belilah permen karet tanpa kandungan pemanis, bahan artifisial, dan hindari rasa mint.
  5. Putih telur, biasa menjadi makanan pokok untuk membangun massa otot yang kaya akan protein, namun sangat sedikit atau tanpa lemak. Karena orang-orang penyintas GERD sebisa mungkin disarankan untuk mengurangi asupan lemak, putih telur dapat menjadi solusi untuk mendapatkan nutrisi dari telur tanpa efek buruk.
  6. Jahe. Dikenal sebagai rimpang herbal anti inflamasi dan sering diresepkan sebagai obat alami untuk sejumlah penyakit yang berhubungan dengan perut. Tambahkan jahe ke berbagai hidangan seperti ikan kukus. Cobalah minum wedang jahe sebelum atau sesudah makan.
  7. Herbal, menjadi cara sehat untuk menambahkan rasa ke makanan Anda tanpa perlu menggunakan minyak, garam, atau gula dalam jumlah berlebihan. Cobalah berbagai herbal (kecuali lada, bawang putih, jeruk, dan mustard) dalam diet Anda untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap asam lambung Anda.
  8. Ayam tanpa lemak. Ayam tanpa lemak dan kalkun merupakan sumber protein yang baik dan cukup terjangkau. Pastikan memilih potongan dagingnya tanpa kulit. Cara terbaik mengolahnya adalah dengan jenis olehan rebus, tim, atau kukus. Namun jika tidak bisa, lakukan dengan memanggangnya tanpa minyak. Hindari untuk menggorengnya.
  9. Ikan tanpa lemak, adalah salah satu sumber nutrisi yang paling sehat yang bisa didapat di sekitar kita. Dukungan ikan sebagai sumber protein dan sebagian besar vitamin dan mineral adalah baik untuk dipertimbangkan sebagai diet GERD. Pastikan untuk memilih ikan dengan sedikit atau tanpa lemak. Hanya panggang, tumis, atau kukus, jangan digoreng.
  10. Blewah dan semangka, juga bisa membantu dalam mengurangi risiko refluks asam. Perhatikan porsi saat mengkonsumsi, karena sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Walaupun sama-sama menggungah selera, hindarilah buah melon.
  11. Minyak zaitun. Lemak merupakan bagian terpenting dalam proses diet, tetapi secara umum kurang baik untuk perawatan refluks asam. Batasi konsumsi minyak zaitun maksimal 2 sendok per hari.
  12. Popcorn, dianggap seperti gandum utuh dan bisa menjadi alternatif camilan yang enak. Jika Anda menginginkannya, pastikan untuk tidak menambahkan bumbu apapun di dalamnya, seperti garam dan mentega.
  13. Madu, mengandung enzim khusus untuk membantu pencernaan. Pemanis seperti madu dan agave dapat menjadi tambahan yang baik untuk oatmeal dalam rangka diet asam lambung.
  14. Sup buatan sendiri, komposisinya dapat berupa gandum utuh dan sayuran (yang ramah asam lambung) dapat menjadi makanan untuk mencegah refluks. Buatlah sup dengan bahan rendah kalori dan lemak.
  15. Susu kedelai bisa menjadi alternatif pengganti susu skim.
  16. Tahu dan tempe, merupakan sumber protein rendah lemak. Cari resep masakan berbahan tahu dan tempe dengan pengolahan dikukus, direbus, atau dipanggang. Hindari untuk menggorengnya.
  17. Sayuran (kecuali bawang, paprika, dan tomat). Sayuran umumnya baik untul perawatan asam lambung, tentu cara mengkonsumsinya dengan mentahan, rebusan, atau kukusan. Beberapa sayuran yang disarankan antara lain ubu jalar, lobak, wortel, kentang, jamur, adas, dan seledri.
  18. Cuka apel. Minum cuka apel sebelum makan sebnarnya dapat membantu mencegah refluks. Untuk hasil terbaik, campurkan cuka dengan air atau madu. Cuka apel juga dapat menghilangkan bakteri berbahaya yang tumbuh subur di perut.
  19. Gandum utuh, terutama outmeal. Biji-bijian utuh seperti roti gandum (khususnya gandum hitam), beras merah, dan outmeal dapat mencegah refluks. Outmeal bahkan dianggap menyerap asam lambung dan asam dari makanan lain. Perlu dicatat bahwa ini tidak termasuk granola yang cenderung tinggi kadar minyaknya yang tentu saja dapat memicu refluks asam.

Jika Anda ingin mencampurkan susu dengan outmeal, pastikan kadar lemaknya rendah, atau gunakan susu kedelai untuk lebih aman.

Faktor Gaya Hidup Lain yang dapat Meringankan Refluks Asam

Beberapa pola hidup yang bisa dijalankan berdampingan dengan pola makan yang sangat menguntungkan bagi mereka yang mengalami masalah pada asam lambungnya antara lain:

  • Berjalan selama 1 jam setelah makan
  • Makan secara perlahan
  • Makan dengan porsi kecil-kecil
  • Hindari alkohol, kafein, dan rokok
  • Kurangi stres dan jauhi sumbernya
  • Turunkan berat badan

Demikian informasi mengenai 19 makanan yang GERD Friendly yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi dan mencegah refluks asam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *