Keadaan erosi gigi yang disebabkan oleh asam lambung / refluks asam / GERD
Kondisi Erosi Gigi Akibat Asam

6 Langkah Atasi Erosi Gigi yang Disebabkan oleh GERD

Posted on

Refluks Gastroesofagus atau biasa dikenal dengan GERD terjadi ketika bagian atas saluran pencernaan tidak berfungsi dengan baik yang menyebabkan isi perut secara intens mengalir kembali ke kerongkongan atau esofagus, kadang-kadang hingga sampai ke mulut dengan gejala umumnya adalah  heartburn, pada sebagian orang tanda awal bahwa mereka mengalami penyakit ini yaitu adanya erosi pada gigi mereka.

Erosi gigi juga umum terjadi pada orang-orang dengan asupan asam tinggi dalam makanannya, atau kejadian muntah yang sering yang diakibatkan masalah gangguan makan atau gastrointestinal. Kasus erosi gigi tidak bisa disamakan dengan proses pemecahan karbohidrat oleh bakteri yang kemudian menjadi komponen asam yang memebabkan kerusakan gigi dan karies atau gigi berlubang.

Erosi gigi berasal dari enamel, yaitu lapisan pelindung yang  mempunyai daya tahan lama di gigi kita. Meskipun sulit untuk dirusak, namun ia rentan terhadap lingkungan yang terlalu asam. Dampak asam yang melingkupinya akan membuat enamel menjadi melunak yang kemudian lama-kelamaan memudar dan tererosi meninggalkan bagian-bagian yang lebih sensitif. Air liur yang kita punya sebenarnya cukup membantu mengembalikan mineral ke dalam email gigi setelah kita makan-makanan yang mengandung asam, namun jika tingkat pH atau asamnya terlalu tinggi dengan frekuensi yang sangat sering, air liur tidak dapat membendungnya. Ketika hal ini terjadi, email gigi lambat laun akan terkikis, lalu terjadi perubahan warna terhadap gigi, kemudian akan menjadi sensitif terhadap makanan dan minuman yang terlalu dingin, terlalu panas, maupun yang manis-manis.

Walaupun mungkin tampak aneh bahwa asam lambung yang naik hingga ke bagian mulut dapat menyebabkan kerusakan yang berdampak pada erosi gigi (bahkan saat Anda tidak merasakan sensasi heartburn sekalipun), penelitian telah membuktikan bajwa terdapat hubungan atau korelasi yang kuat antara GERD dan erosi gigi.

Sebuah studi atau penelitian membandingkan erosi gigi (dental erosion) pada anak usia 3 hingga 12 tahun yang memiliki GERD dengan anak-anak dalam kelompok usia yang sama tanpa GERD. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa  98 persen anak-anak dengan GERD mendapatkan giginya tererosi. Sebuah meta analisis yang diterbitkan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa para peneliti telah mengakui GERD sebagai penyebab erosi gigi sejak tahun 1937. Bukti-bukti yang mendukung perihal tersebut semakin meningkat hingga saat ini.

Bukti klinis menunjukkan bahwa perubahan pola makan dan gaya hidup semata tidak cukup untuk mengendalikan GERD yang kronis, jadi kemungkinan dokter konsultan gastroenterologi Anda akan meresepkan sejumlah obat untuk membantu mengurangi asam lambung secara tepat.

6 LANGKAH AMPUH UNTUK MENGHINDARI EROSI GIGI

  1. Pastikan Anda mendapatkan perawatan atas GERD dan masalah medis lainnya yang menyebabkan peningkatan refluks asam maupun gejala seperti muntah-muntah.
  2. Jagalah kebersihan mulut dengan baik dengan menyikat gigi secara teratur dan sikat gigi yang berbulu lembut.
  3. Biasakan berkumur setelah makan. Gunakan obat kumur yang bebas alkohol seperti obat kumur yang berbahan herbal (daun sirih). Tunggu sekitar 1 jam sebelum menyikat gigi.
  4. Hindari makanan dan minuman dengan kadar asam tinggi atau menahannya terlalu lama di mulut Anda. Gunakan sedotan agar minuman tidak berinteraksi lama dengan gigi.
  5. Minum air yang banyak dan dalam kurun waktu sesering mungkin agar mulut Anda terjaga kebersihannya.
  6. Konsultasikan dengan dokter gigi Anda mengenai produk atau perubahan pola makan agar gigi Anda mendapatkan mineral yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *