Efek Penggunaan Obat PPI Jangka Panjang
Apakah Obat PPI dapat Menimbulkan Kerusakan Tulang?

Apakah Obat PPI yang Digunakan untuk Mengobati GERD Beresiko terhadap Potensi Terjadinya Osteoporosis?

Posted on

Mungkin ada beberapa pertanyaan yang cukup langka terkait hubungan dari kondisi ini. Beberapa orang dengan GERD juga mungkin merasakan penurunan terhadap kualitas tulang seperti tulang keropos atau keretakan tulang pada saat mereka mengalami jatuh ringan.

Dalam kasus ini, apakah benar terdapat hubungan antara penggunaan atau konsumsi obat-obatan GERD terhadap tiimbulnya osteoporosis?

Terdapat pernyataan bahwa mengkonsumsi obat-obatan GERD seperti golongan PPI (proton pump inhibitors) selama paling tidak tujuh tahun berdampak pada peningkatan resiko patah tulang yang berkaitan dengan osteoporosis. Statement tersebut bersumber dari sebuah studi di Kanada dalam pembahasan tentang obat inhibitor pompa proton (PPI) dan osteoporosis. Studi atau penelitian tersebut menyajikan hubungan antara penggunaan obat-obatan PPI dalam jangka panjang dan kemungkinan adanya fraktur yang berhubungan dengan osteoporosis pada pergelangan tangan, pinggul, dan tulang belakang.

Karena hubungan tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun, penelitian belum membuktikan bahwa PPI menjadi penyebab atas kondisi kerusakan tulang. Salah satu produsen obat PPI menyatakan bahwa mereka belum melihat tanda-tanda peningkatan resiko patah tulang akibat osteoporosis pada orang atau pasien yang menggunakan produk mereka.

Oleh karena itu, masih perlu dibutuhkan lebih banyak penelitian lain untuk membuktikan hubungan tersebut. Menurut jurnal yang diterbutkan oleh Canadian Medical Association (CMAJ), dokter dan pasien harus meninjau bersamaan atas akibat dan manfaat penggunaan PPI dalam jangka waktu yang lama.

PPI dan Fraktur Osteoporosis

Terdapat penelitian yang melibatkan 63 ribu orang dewasa dengan usia 50 tahun dan lebih tua di Manitoba, Kanada. Di dalamnya termasuk kampir sekitar 15.300 orang mengalami patah tulang belakang, tulang pinggung, pergelangan tangan yang terkait osteoporosis. Penelitian ini dilakukan dalam jangka kurun waktu tahun 1996 hingga 2004.

Tidak begitu jelas bagaimana PPI dapat meningkatkan resiko patah tulang, namun jika dilihat dari cara kerja obat tersebut yaitu dengan menghambat asam lambung, PPI dapat memppercepat kehilangan mineral tulang, kata salah satu tim peneliti. Namun penelitian tersebut tidak membuktikan hal tersebut.

Konsumsi PPI dalam jangka waktu lama dan resiko terhadap osteoporosis telah dikaitkan dalam penelitian di atas.

J. Brent Richards yang merupakan salah satu editorial dari Universitas McGill Kanada menyebutkan bahwa hasil dari penelitian-penelitian yang telah ada menjadi dasar yang kuat untuk mendorong penelitian lebih lanjut tentang hubungan tersebut.

Penelitian yang dilakukan Targownik tidak menyebutkan spesifik jenis atau merk PPI apa yang dikonsumsi oleh pasien. Produsen obat AstraZeneca yang membuat Nexium tidak setuju dengan kesimpulan penelitian dari CMAJ. Juru bicara perusahaan obat tersebut menyatakan keamanan dan kemanjuran Nexium yang ditunjukkan secara konsisten.

Salah satu direktur senior perusahaan Eisai yang memproduksi Aciphex, Judee Shuler menyatakan bahwa patah tulang merupakan masalah medis penting yang bisa terjadi akibat berbagai alasan. Data uji klinis mereka belum menunjukkan peningkatan resiko patah tulang yang berhubungan dengan osteoporosis akibat obat PPI yang mereka produksi. Namun ia akan terus memantau basis datanya terhadap kemungkinan terburuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *