Perbedaan GERD dan Kondisi Normal
Kondisi Normal vs GERD

Arti, Pengertian, dan Definisi GERD

Posted on

Gastroesophageal reflux disease atau disingkat GERD merupakan kondisi kronis yang disebabkan oleh mengalirnya isi perut ke arah esofagus (berbentuk seperti tabung yang membawa makanan dari tenggorokan Anda ke dalam perut).

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa tugas dari asam lambung yaitu membantu mencerna makanan di dalam lambung. Ketika asam tersebut mengalir ke atas, yaitu menuju ke kerongkongan, maka sangat beresiko asam tersebut menyebabkan iritasi yang mengarah ke gejala GERD.

Di antara lambung dan kerongkongan terdapat sebuah cincin otot, yang dikenal sebagai lower esophageal sphincter (LES). Ia mempunyai tugas menjaga bagian atas perut Anda tetap tertutup, rileks dan terbuka saat Anda menelan makanan. Ia menjalankan fungsi buka tutup. Tutup ketika Anda tidak memakan apapun, buka ketika Anda melakukan aktivitas makan maupun minum.

GERD terjadi ketika LES rileks dan terbuka ketika Anda tidak menelan makanan. Kejadian ini memungkinkan membuat isi makanan Anda (beserta asam yang dimaksud seperti di atas), masuk menuju area atas, atau kerongkongan.

GERD adalah bentuk GER yang lebih serius dan kronis, atau gastroesophageal reflux.

Beberapa istilah umum yang biasa dijelaskan dokter kepada pasien terkait dengan gejala GERD, antara lain:

GERD dapat mengganggu kehidupan keseharian bagi penderitanya, tetapi kebanyakan penderita dapat teratasi atau paling tidak terkurangi melalui perubahan gaya hidup, pengobatan rumah, dan perawatan medis.

Di negara Amerika Serikat, dilaporkan sekitar 20% penduduknya mengalami GERD. Hal ini disampaikan oleh National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

Beberapa orang juga mengalami refluks asam secara teratur, namun belum tentu memenuhi syarat sebagai GERD.

Menurut American College of Gastroenterology, lebih dari 60 juta orang di Amerika Serikat mengalami heartburn paling tidak sebulan sekali, dan lebih dari 15 juta mengalaminya setiap hari.

Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa penduduk di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat memiliki resiko lebih tinggi menderita GERD daripada penduduk di negara lain.

Dalam sebuah penelitian, dalam kisaran 10-20%, orang Barat mengalami mulas atau regurgitasi asam setidaknya setiap minggu, dibandingkan dengan kurang dari 5 persen orang di Asia.

Mulas yang sering muncul lebih umum di Amerika Utara daripada di Eropa, dengan perbedaan antar negara dan wilayah. Dari sisi jenis kelamin, pria dan wanita nampaknya memiliki resiko yang sama mengalami GERD.

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO GERD

Salah satu yang menjadi factor resiko utama GERD adalah wanita yang mengalami kehamilan. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan tekanan pada perut serta perubahan hormonal.

Beberapa faktor risiko penyebab GERD, antara lain:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Kebiasaan merokok
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol, berkafein, atau berkarbonasi
  • Makan makanan tertentu, seperti coklat, buah jeruk, bawang, mint, tomat, atau makanan pedas, serta gorengan
  • Makan makanan dengan porsi besar sekaligus
  • Kebiasaan makan sebelum tidur
  • Rebahan atau tidur setelah makan
  • Memiliki riwayat hernia hiatus
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti aspirin dan obat-obatan pereda asma, tekanan darah tinggi, alergi, depresi, gangguan tidur, dan obat pereda rasa sakit.

KOMPLIKASI GERD

GERD biasanya tidak mengancam jiwa, namun bisa beberapa komplikasi serius, seperti penyempitan kerongkongan. Hal ini dapat terjadi ketika efek merusak dari asam lambung menyebabkan penumpukan jaringan parut. Kejadian ini juga sebagai striktur peptikum, yaitu kondisi yang dapat menyebabkan masalah menelan.

Komplikasi berikutnya adalah Esophageal Ulcer, yaitu adanya luka terbuka di bagian kerongkongan akibat kerusakan jaringan yang disebabkan asam lambung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, perdarahan, dan masalah saat menelan.

Yang tidak kalah mengerikan adalah, GERD dapat berkomplikasi menyebabkan Esophagus Barret. Baret esofagus adalah kondisi pra-kanker di mana lapisan esofagus berubah. Perubahan tersebut menyerupai lapisan usus.

Saat Baret Esofagus dapat mengurangi gejala heartburn, sebaliknya kondisi tersebut dapat meningkatkan resiko kanker esofagus. Kanker Esophagus merupakan jenis kanker yang mematikan. Kondisi ini dapat terjadi akibat GERD yang tidak diobati selama bertahun-tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *