Koneksi antara GERD dan Obesitas
Hubungan antara Kelebihan Berat Badan dan GERD

Beberapa Bukti Ilmiah yang Menyebutkan Keterkaitan Perubahan Berat Badan terhadap GERD

Posted on

Terdapat sejumlah studi yang menunjukkan keterkaitan atau hubungan berat badan terhadap penyakit GERD. Satu studi menunjukkan bahwa orang-orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas sangat rentan terkena GERD beserta gelaja-gejalanya. Bahkan ketika seseorang mendapatkan penambahan sedikit berat badan saja sudah beresiko terkena GERD.

Namun, kabar baiknya ialah bahwa menurut penelitian lain, kehilangan berat badan justru akan membantu mengurangi gejala GERD.

Beberapa peneliti di bidang gastroenterologi sedang menguji program penurunan berat badan yang dengan khusus ditargetkan kepada orang-orang terkena GERD serta mencari tahu cara terbaik untuk membantu mengurangi atau menyelesaikan gejala yang mereka hadapi.

Sudah menjadi hal yang umum bahwa makanan-makanan tertentu bisa memicu gejala GERD. Kondisi umumnya adalah ditandai dengan seringnya terjadi refluks asam, yaitu naiknya asam lambung menuju esofagus (kerongkongan) yang dikenal dengan heartburn.

Namun beberapa ilmuwan dan dokter yang fokus di masalah gastroenterologi telah menunjukkan dalam sejumlah penelitian berbeda bahwa orang dengan obesitas atau berat badan berlebih dapat menjadi pemicu terjadinya GERD dan tentu saja mempengaruhi tingkat keparahannya.

Sementara itu, bukti penelitian lain menunjukkan bahwa bahwa berkurangnya berat badan dapat mengurangi efek atau bahkan menyelesaikan gejala GERD.

Tidak disebutkan secara persis mengapa berat badan berlebih memiliki efek pada gejala GERD, namun satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa berat berlebih dapat memberikan tekanan pada perut Anda, sehingga meningkatkan risiko mengendurnya katup LES (yaitu sebuah cincin otot yang terletak di antara kerongkongan dan lambung)

Keterangan lain yang didapat adalah bahwa orang dengan obesitas cenderung berkebiasaan lebih banyak memakan makanan berlemak dan terkandung lemak di dalam tubuhnya yang merupakan pemicu GERD yang terkenal.

Jika Anda mengalami gejala GERD dan berat badan Anda berlebih, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan cara terbaik menurunkan berat bdan Anda.

Di bawah ini merupakan beberapa petunjuk dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa berat badan dapat mempengaruhi GERD, dan menurunkan berat badan akan berdampak positif pada kondisi tersebut.

Korelasi Perubahan Berat Badan Skala Kecil Terhadap GERD

Sebuah studi penting yang mempelajari tentang hubungan GERD dan berat badan dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine (NEJM).

Di dalam studi tersebut, para peneliti berusaha mencari tahu apakah perubahan yang relatif kecil terhadap berat badan atau bahkan dalam batas berat badan normal dapat mempengaruhi tingkat keparahan refluks asam dan gejalanya yang terkait pada wanita.

Studi ini menemukan hubungan yang jelas antara indeks massa tubuh wanita (BMI) dan adanya gejala GERD. Para peneliti menemukan bahwa wanita dengan obesitas (yang didefinisikan oleh indeks massa tubuh sebesar 25 hingga 30 ) dua kali lebih mungkin beresiko mengalami refluks asam dibandingkan dengan berat badan normal.

Wanita yang mengalami kelebihan berat badan, yaitu dengan indeks massa tubuh melebihi angka 30 akan memiliki resiko tiga kali lipat terkena gejala GERD seperti heartburn, regurgitasi asam, nyeri pada dada, dan rasa sulit saat menelan makanan.

Kemungkinan lain yang mengejutkan dari hasilk penelitian adalahperubahan kecil terhadap berat badan pada wanita dengan berat badan normal atau dengan indeks massa tubuh sebesar 21 hingga 25 tidak menutup kemungkinan untuk terkena gejala GERD juga.

Secara keseluruhan, dari 10.545 wanita dalam riset yang dilakukan para peneliti tersebut, 22% melaporkan mengalami gejala GERD paling tidak sekali seminggu. Di antara mereka yang mengalami gejala tersebut, 55 persen-nya mengalami heartburn dan regurgitasi asam.

Para peneliti dalam studi ini menekankan bahwa orang-orang dengan GERD yang memiliki badan ideal agar tetap menjaga kondisi idealnya, serta tidak mencoba untuk menurunkan berat badannya lagi. Namun jika terdapat penambahan berat badan dan mempengaruhi terhadap peningkatan gejala, maka disarankan untuk segara membuat kondisi berat badan mereka ideal kembali.

Program Penurunan Berat Badan untuk Orang-orang dengan GERD

Terdapat bukti kuat (seperti penjelasan sebelumnya) bahwa jika orang-orang dengan GERD sedang mengalami obesitas, berpartisipasi dalam program penurunan berat badan dapat membantu meringankan gejala GERD.

Dalam jurnal Obesity yang dirilis pada Maret menyebutkan bahwa 332 orang dewasa dengan kelebihan obesitas berpartisipasi dalam program penurunan berat badan yang didalamnya termasuk kegiatan perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan perubahan gaya hidup. Setelah 6 bulan berjalan, 97% berhasil dalam program tersebut, dengan rata-rata kehilangan berat badan sebesar 13 kilogram (29 pon).

Dalam periode yang sama, gejala GERD dalam kelompok tersebut menurun dari 37% menjadi 15%, dengan 81 persen peserta melihat penurunan skor gejala GERD mereka. Penurunan berat badan yang lebih besar dikaitkan dengan penurunan yang lebih besar dalam gejala GERD, meskipun wanita dalam penelitian ini melihat peningkatan yang signifikan dengan hanya 5-10 persen dari berat badan mereka yang telah hilang.

Studi lain yang diterbitkan oleh The American Journal of gastroenterology pada Oktober 2017, diterangkan bahwa para peneliti menguji program penurunan berat badan yang disebut The Reflux Improvement and Monitoring (TRIM) atau Program Peningkatan dan Pemantauan Refluks, di mana peserta diberikan pendidikan dan pemantauan kesehatan pribadi untuk periode 6 bulan.

Disebutkan hasil riset yang telah dilakukan, sejumlah 52 orang yang mengalami kegemukan badan mengalami penurunan berat badan secara signifikan dalam 3, 6, dan 12 bulan setelah menjalankan program dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikuti program tersebut.

Di antara peserta TRIM tersebut, skor yang menunjukkan tingkat keparahan gejala GERD turun secara drastis setelah tiga bulan, dan tetap menunjukkan hasil secara signifikan setelah enam bulan. Pada saat yang sama, skor yang menunjukkan kualitas hidup yang berhubungan dengan GERD juga meningkat, tetapi tidak pada tingkat signifikan secara statistik – yang berarti bahwa peningkatan ini mungkin disebabkan oleh kebetulan.

Namun disimpulkan bahwa penelitian kecil ini telah menunjukkan bahwa program penurunan berat badan multidisiplin yang ditujukan untuk orang-orang dengan GERD berhasil menurunkan berat badan dengan perbaikan gejala GERD, serta tingkat kepuasan yang baik.

Lalu Apakah Program Menurunkan Berat Badan Merupakan Sebuah Keharusan Bagi Penderita GERD?

Terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan apakah Anda sebaiknya melakukan program penurunan berat badan membantu mengelola GERD Anda.

Salah satunya seperti yang dicatat oleh para peneliti dalam studi NEJM adalah apakah ketika berat badan Anda mengalami penambahan pada masa lalu berdampak pada gejala GERD yang memburuk pada saat ini.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah apakah Anda mengalami efek kesehatan lainnya yang negatif akibat kegemukan atau obesitas, seperti tekanan darah tinggi atau gangguan yang terjadi pada gula darah Anda. Jika hal tersebut terjadi, maka program penurunan berat badan menjadi skala prioritas bagi Anda.

Konsultasikan selalu dengan dokter Anda sebelum memulai program penurunan berat badan ini. Hal ini untuk memastikan bahwa program tersebut berjalan aman dengan mempertimbangkan beberapa kondisi terkait tubuh Anda, terutama kondisi Anda dengan GERD.

Program menurunkan berat badan bagi penderita GERD tidaklah mudah. Namun jika hal ini dilakukan secara tepat, akan berdampak sangat positif bagi perkembangan kesehatan Anda, terutama yang terkait dengan penurunan dan penyembuhan gejala GERD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *