Gaya Hidup dan Perawatan GERD
Perubahan Gaya Hidup yang Disarankan bagi Penderita GERD

Beberapa Opsi Perawatan untuk Penderita GERD

Posted on

Ketika Anda sudah didiagnosis terkena penyakit gastroesofagus reflux (GERD), dokter mungkin akan menyarankan perubahan gaya hidup dan penggunaan obat untuk mengobati kondisi Anda.

Perubahan gaya hidup – termasuk berhenti merokok dan menurunkan berat badan, serta perubahan dalam kebiasaan terkait makanan tertentu – dapat menjadi perawatan yang efektif untuk GERD.

Obat-obatan dapat meredakan gejala GERD seperti sakit maag, dan beberapa juga memungkinkan kerongkongan untuk sembuh dari kerusakan yang disebabkan oleh refluks asam.

Kebanyakan orang dengan GERD memulai dengan obat-obatan jenis over-the-counter (OTC).

Jika gejala Anda tidak membaik dalam beberapa minggu, dokter mungkin akan meresepkan obat resep sebagai gantinya.

Jika dalam waktu yang sangat lama penyakit GERD tidak kunjung sembuh setelah beberapa treatment obat, tindakan operasi mungkin bisa menjadi pilihan efektif untuk langkah berikutnya.

GAYA HIDUP DAN PERAWATAN YANG DISARANKAN BAGI PENDERITA GERD

Terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi atau menghilangkan gejala GERD tanpa minum obat atau menjalani operasi.

Turunkan Berat Badan
Salah satu yang paling penting bagi penderita GERD yang mengalami obesitas atau kegemukan badan adalah dengan menurunkan berat badan. Ini sangat penting diketahui bahwa ketika kelebihan berat badan, perut akan tertekan sehingga menyebabkan asam naik ke kerongkongan.

Jika Anda kelebihan berat badan, dokter mungkin menyarankan Anda menurunkan kelebihan berat badan melalui diet dan olahraga.

Gunakan Pakaian yang Longgar
Kenakan pakaian longgar. Ini bisa mengurangi tekanan pada perut Anda.

Hindari Makanan yang Dapat Menyebabkan Heartburn
Kategori makanan dapat menimbulkan masalah serius bagi penderita GERD antara lain: alkohol, kafein, cokelat, makanan yang berlemak, gorengan atau semua makanan dengan digoreng, bawang putih, mint, buah jeruk, bawang, tomat, dan saus berbahan dasar tomat.

Rubahlah Pola Makan
Jangan memakan makanan berat sekaligus dalam satu waktu. Bagilah menjadi beberapa porsi kecil namun sering. Kunyahlah makanan dengan perlahan.

Jangan Segera Berbaring Setelah Makan
Tunggulah paling tidak 2-3 jam setelah makan sebelum Anda tidur. Berbaring dengan kondisi perut penuh akan meningkatkan tekanan pada esophageal sphincter (LES), yaitu cincin otot yang memisahkan lambung dan esofagus. Lemahnya otot LES akan memicu asam naik dari lambung ke kerongkongan.

Tinggikan Posisi Kepala Anda Saat Tidur
Tinggikan bantal 6-9 inchi untuk kepala Anda. Busa atau balok bisa dipakai sebagai alat bantu untuk meninggikan posisi bantal ini.

Penderita GERD sangat tidak disarankan berbaring bebas tanpa bantal. Jika posisi kepala dan pundak Anda lebih rendah atau setara dengan posisi perut, akan beresiko naiknya asam lambung ke kerongkongan jika katup LES Anda lemah. Hal ini didasarkan pada prinsip gravitasi.


Wajib Berhenti Merokok
Merokok akan mempersulit sfingter esofagus bagian bawah (LES) berfungsi dengan baik.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengunyah permen karet atau pelega tenggorokan yang dapat meningkatkan produksi air liur. Air liur ini dapat membantu membersihkan asam lambung yang masuk ke dalam kerongkongan.

PENGOBATAN OTC

Tiga jenis obat over-the-counter (OTC) yang dapat digunakan untuk mengobati GERD antara lain:

Antasida
Fungsi dari obat-obatan antasida ini adalah mengobati gejala dengan menetralisir asam di dalam lambung. Reaksi ini dapat dengan cepat menetralisir asam, namun tidak bisa dijadikan jaminan dalam menyembuhkan esofagus yang telah rusak.

Antasid ini merupakan jenis obat dokter pertama yang sering direkomendasikan untuk meredakan sakit maag dan gejala GERD lainnya yang kurang berat.

Jenis antasida yang banyak digunakan yaitu Mylanta, dengan kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, kemudian ada Rolaids dengan komposisi kalsium karbonat dan magnesium hidroksida, dan Tums yang mengandung kalsium karbonat.

H2 Blocker
Obat-obatan jenis ini bekerja dengan mengurangi produksi asam. Jika jenis antasida berfungsi menetralisir asam, jenis blocker H2 ini mengurangi produksinya. Efeknya tidak secepat antasida, namun jenis blocker ini mampu bekerja hingga 12 jam. Obat jenis ini juga mempunyai fungsi membantu menyembuhkan esofagus, walaupun tidak sebaik pilihan lainnya.

Dokter mungkin akan menyarankan konsumsi obat jenis antasida dan penghambat H2 untuk mengobati sakit maag setelah makan.

Jenis obat penghambat asam dalam kategori OTC (obat bebas dijual di pasaran) ini antara lain Tagamet (mengandung cimetidine), Zantac (mengandung ranitidine), dan Pepcid (mengandung famotidine).

Proton Pump Inhibitors
Inhibitor pompa proton (PPI) mempunyai fungsi efektif mengurangi produksi asam sekaligus membantu menyembuhkan iritasi kerongkongan. Biasanya jenis PPI ini diresepkan dokter untuk pengobatan jangka panjang GERD saat gejalanya lebih parah.

Pilihan obat OTC dalam kategori ini meliputi Prilosec (omeprazole), Prevacid (lansoprazole), dan Nexium (esomeprazole).

OBAT RESEP KHUSUS UNTUK GERD

Jika GERD yang Anda alami tidak merespon obat OTC, dokter mungkin akan mengambil langkah selanjutnya untuk meresepkan obat.

Obat resep untuk GERD terkadang sama dengan obat tanpa resep, namun bisa jadi mereka diambil dengan dosis yang lebih tinggi.

Jenis obat resep yang mungkin diresepkan untuk penderita GERD, antara lain:

H2 Blocker
Versi penghambat produksi asam ini mungkin lebih tinggi kadarnya dari Zantac (ranitidine) dan Pepcid (famotidine).

Penggunaan jangka panjang dari H2 blocker mungkin sedikit meningkatkan risiko kekurangan vitamin B12 dan patah tulang.

Menurut American College of Gastroenterology, mengkonsumsi penghambat produksi asam dua kali sehari dapat menghilangkan gejala pada hingga 50% orang dengan GERD.

Proton Pump Inhibitors (PPI)
Obat-obatan ini mungkin diresepkan dengan dosis yang lebih tinggi atas versi Prilosec (omeprazole), Prevacid (lansoprazole), dan Nexium (esomeprazole), serta Protonix (pantoprazole), Aciphex (rabeprazole), dan Dexilant (dexlansoprazole).

Beberapa efek samping dari obat-obatan ini mungkin termasuk mual, diare, sakit kepala, atau kekurangan vitamin B12, dan penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul.

American College of Gastroenterology dalam penelitiannya juga merilis bahwa mengkonsumsi PPI dapat sepenuhnya menyembuhkan esofagus yang rusak dalam 6 hingga 8 minggu dengan prosentase 75-100% kasus.

OPERASI BEDAH UNTUK GERD

Jika beberapa perawatan sudah dilakukan seperti penggunaan obat-obatan, diet, dan perubahan gaya hidup masih belum membuahkan hasil terhadap GERD yang tidak terkontrol, operasi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Tindakan ini tentu saja memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi daripada penggunaan obat untuk mengobati GERD, jadi biasanya tidak disarankan kecuali opsi lain gagal.

Terdapat beberapa pilihan pembedahan yang berbeda untuk GERD:

  • Fundoplikasi (Fundoplication)

Dalam prosedur fundoplikasi ini, dokter bedah akan melapisi bagian atas lambung di sekitar katup esophageal sphincter (LES) untuk mengencangkan otot dan mencegah refluks asam.  Jenis operasi ini merupakan operasi yang paling umum untuk GERD. Ini biasanya dilakukan sebagai prosedur laparoskopi invasif minimal.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, dalam kebanyakan kasus, fundoplikasi ini dapat mengontrol refluks asam dalam jangka panjang.

  • Perangkat LINX
    Dalam opsi operasi Linx, dokter bedah akan membungkus cincin manik titanium magnetik kecil di sekitar area tempat lambung dan kerongkongan bergabung. Cincin magnetik akan memungkinkan makanan masuk ke perut, sambil menjaga area tertutup ketika tidak ada makanan.

PENGOBATAN ALTERNATIF TERHADAP GERD

Menurut Mayo Clinic, tidak ada terapi alternatif yang terbukti dapat mengobati GERD atau menyembuhkan esofagus yang rusak.

Dianjurkan untuk membicarakan dengan dokter sebelum mencoba perawatan alternatif untuk GERD Anda. Meskipun langkah-langkah tersebut belum terbukti efektif, namun tindakan ini dapat membantu Anda merasa lebih baik.

Beberapa obat herbal yang bisa dijadikan alternatif antara lain:

Obat herbal Chamomile, licorice, dan ramuan lainnya yang digunakan untuk meredakan gejala GERD.

Obat herbal dapat memiliki efek samping yang signifikan dan dapat mengganggu obat-obatan tertentu, jadi sangat penting untuk didiskusikan lebih lanjut dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsinya.

Teknik relaksasi atau pijat relaksasi yang berfungsi mengurangi stress dan kecemasan juga dapat dilakukan untuk meringankan gejala GERD, sebagaimana diketahui bahwa stress dapat memicu produksi asam lambung.

Akupunktur telah dievaluasi pada pasien dengan GERD yang tidak mempan dengan oba PPI sekali sehari, dan telah terbukti lebih efektif dalam mengendalikan gejala daripada menggandakan dosis PPI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *