Resiko penggunaan obat-obatan proton pump inhibitors dalam jangka panjang
Kajian Manfaat dan Efek Samping Obat PPI

Manfaat dan Potensi Resiko Jangka Panjang dari Penggunaan Obat-obatan PPI

Posted on

Obat penghambat pompa proton atau sering dikenal sebagai PPI / proton pump inhibitors merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi oleh lambung. Inhibitor pompa proton sering digunakan untuk membantu meredakan gejala heartburn berikut gejala-gejala lainnya yang diakibatkan oleh penyakit Refluks Gastroesofagus / Gastroesophageal reflux disease (GERD). Obat-obatan jenis ini juga dapat membantu dalam penyembuhan luka terbuka yang terdapat di lapisan lambung maupun usus, yang dikenal dengan ulcer lambung.

Lalu apa saja resiko yang mungkin terjadi atas penggunaan atau konsumsi obat-obatan PPI dalam jangka panjang?

Terdapat beberapa temuan negatif yang dikaitkan dengan penggunaan atau konsumsi obat PPI tersebut dalam jangka panjang, antara lain:

  • Demensia
  • Penyakit ginjal
  • Patah tulang
  • Infeksi
  • Kekurangan vitamin dan mineral
  • Penyakit ginjal

Sejumlah studi yang menunjukkan keterkaitan hal di atas telah beredar luas di berbagai media, namun kualitas bukti yang mendukung penemuan tersebut masih sangat rendah. AGA Clinical Practice menyatakan bahwa kemungkinan resiko tersebut kurang dari 1% pasien per tahun dibandingkan pasien yang tidak menggunakan PPI.

INFEKSI

Berikut adalah beberapa potensi resiko yang bisa saja terjadi akibat konsumsi obat-obatan PPI dalam jangka waktu yang lama.

  1. SIBO / Small intestinal bacterial overgrowth (pertumbuhan bakteri kecil).

Kondisi SIBO bisa terjadi ketika ditemukan sejumlah bakteri yang terdapat di usus kecil. Bakteri ini dapat menyebabkan nyeri dan kembung, mencret / diare, dan kekurangan vitamin.

Penggunaan obat-obatan PPI akan meningkatkan kemungkinan masuknya bakteri lebih banyak ke usus.

  • Non-typhoidal Salmonella and Campylobacter (Campylobacter  dan Salmonella non-tipus).

Salmonella non tipus merupakan infeksi yang menyebabkan:

  • Gastroenteritis (flu perut).
  • Bakteri dalam darah.
  • Infeksi bakteri yang ditemukan pada bagian tubuh tertentu, atau lebih dikenal sebagai infeksi fokal.

Sementara itu, campylobacter ialah sejenis infeksi yang diketemukan di dalam usus kecil dari jenis bakteri yang disebut dengan Campylobacter jejuni. Orang yang terkena bakteri ini akan mengalami sensasi seperti keracunan makanan.

  • Clostridium difficile infection (infeksi Clostridium difficile). Infeksi ini juga dikenal sebagai C. diff, yaitu sejenis bakteri yang berakibat menimbulkan peradangan yang parah di usus besar. Orang dengan infeksi C. diff akan mengalami diare dan sakit perut yang hebat.
  • Pneumonia. Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun terjadi karena menghirup asap yang mengandung racun sehingga kantong udara di paru-paru terisi cairan atau nanah.

MICRONUTRIENT DEFICIENCIES / DEFISIENSI MIKRONUTRIEN

Defisiensi mikronutrien berarti kondisi sedang kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat. Kekurangan mikronutrien yang dikaitkan dengan konsumsi PPI ini meliputi zat besi, kalsium, magnesium, dan vitamin B12.

PENYAKIT GINJAL

Terdapat peningkatan resiko kemungkinan penyakit ginjal bahkan pada level kronis pada penggunaan obat-obatan PPI jangka panjang.

Bagi Anda pasien GERD yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan PPI dalam jangka panjang, dokter mungkin akan melakukan tes darah rutin untuk memeriksa kesehatan ginjal Anda.

OSTEOPOROSIS

Meskipun obat-obatan jenis PPI mampu mengurangi produksi asam, ia ternyata dapat mengganggu penyerapan kalsium. Dengan kondisi tersebut, dikhawatirkan konsumsi obat-obatan proton pump inhibitors dalam jangka waktu yang sangat panjang bisa meningkatkan resiko terkena osteoporosis.

Jika pada awal-awal penggunaan obat-obatan PPI Anda telah terkena atau rentan pada kondisi osteoporosis, Anda perlu mendiskusikannya dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *