Tata cara diet GERD
Tips Perubahan Pola Makan untuk Pasien GERD

Panduan Khusus Perubahan Pola Makan bagi Penderita GERD

Posted on

Pengobatan dan pengelolaan yang tepat untuk orang-orang yang mengalami gejala-gejala GERD adalah dengan melakukan pemeriksaan kepada dokter profesional agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

Jika nyatanya Anda memiliki refluks kronis (naiknya asam lambung secara intens juga disebut dengan istilah GERD) sulit kiranya membaik dengan sendirinya. Obat-obatan bebas yang dijual di pasaran mungkin akan memberikan manfaat, namun untuk jangka pendek, namun bisa memberikan solusi jika pengobatannya dilakukan dalam jangka waktu tertentu, tentu ini harus dengan bantuan dan diskusi konsultasi khusus dengan dokter.

Selain pendekatan perawatan berupa konsumsi obat-obatan tertentu, ternyata pola makan memberikan dampak yang begitu besar dalam proses pengobatan ini. Tentu 2 kombinasi di atas harus dilaksanakan dengan rutin dan benar.

Yang menjadi bagian penting dari perubahan pola makan bagi penderita GERD adalah dengan mencatat kata kunci makanan dan minuman apa saja yang perlu dihindari termasuk bagian-bagiannya yang dapat memperburuk serta faktor pemicu gejala.

Beberapa contoh makanan maupun minuman yang perlu dikurangi bahkan pada level dihindari bagi penderita berat dan bisa dimasukkan ke dalam catatan diet Anda antara lain:

  • Makanan yang mengandung lemak tinggi.
  • Makanan dan minuman yang terdapat kafein di dalamnya.
  • Cokelat, bawang, mint, segala minuman berkarbonasi.
  • Alkohol
  • Produk olahan jeruk dan tomat.

Setiap orang mungkin akan mengalami sensasi yang berbeda terhadap makanan dan minuman tersebut. Untuk mengatahui seberapa pengaruh efek yang dirasakan ketika mendapati minuman dan makanan di atas adalah dengan mencobanya sedikit demi sedikit.

Inilah makanan yang disarankan untuk penderita GERD

Daftar makanan di bawah ini akan membantu Anda mengurangi dan menghindari gejala GERD.

Buah-buahan dan sayuran

Buah-buahan yang perlu dihindari untuk sementara yaitu jeruk, sementara yang disarankan adalah buah-buahan non jeruk seperti melon, pisang, apel, dan buah pir.

Hampir semua sayuran bagus kecuali kol. Kurangi atau lebih baik hindarkan sayuran yang dicampur dengan saus dan topping berlemak tinggi. Campuran tomat dan bawang pun sebaiknya dibatasi.

Protein yang diperlukan

Telur adalah sumber hewani yang kaya akan protein. Namun tetap harus waspada, jika kuning telur menjadi penyebab gejala karena tingginya lemak, sebaiknya dihindari dan makan bagian putihnya saja.

Makanlah daging tanpa lemak, hindari gorengan. Makanan lemak tinggi dan gorengan dapat menaikkan tekanan LES dan bisa menunda pengosongan lambung. Jika hal ini terjadi, resiko terjaidnya refluks asam lambung semakin tinggi.

Kebutuhan karbohodrat kompleks

Roti gandum, outmeal, dan nasi yang bersumber dari beras merah adalah sumber karbohidrat kompleks yang baik. Gantilah sementara nasi putih Anda dengan bahan makanan di atas.

Kentang juga baik, namun hindari memasaknya dengan bawang dan cabai agar terhindar dari iritasi.

Beberapa jenis lemak sehat yang dibutuhkan

Ini merupakan bagian penting dari diet GERD. Hindarilah atau paling tidak dikurangi kadarnya untuk jenis lemak jenuh yang biasanya bersumber dari daging dan susu.

Lemak trans juga perlu dihindari seperti yang terdapat pada sejumlah makanan olahan dan margarin. Coba untuk menggantikan kedua jenis lemak di atas dengan lemak tak jenuh yang berasal dari tumbuhan dan ikan.

Beberapa contoh makanan berlemak tak jenuh antara lain:

Minyak zaitun, wijen, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang masuk dalam kategori lemak tak jenuh tunggal.

Sementara untuk golongan lemak tak jenuh ganda yang dapat dijadikan rujukan diet gerd adalah kedelai, jagung, kenari, biji rami, ikan trout dan salmon.

Beberapa tips penting penunjang perubahan pola makan / diet GERD

Kunyahlah permen karet. Dengan catatan, kandungannya tidak terdapat mint. Permen karet mampu memproduksi air ludah lebih banyak dan dapat mengurangi jumlah asam lambung pada esofagus.

Minuman yang paling wajib untuk dihindari dan dihentikan adalah alkohol. Ini adalah momok bagi penderita GERD dan akan menggagalkan semua upaya program diet GERD nya. Alkohol sangat nyata kerugiannya karena dapat mengiritasi dan melemahkan katup Lower Esophageal Sphincter di antara kerongkongan dan lambung.

Jaga posisi tubuh setelah makan, terutama selepas makan berat. Pastikan posisi kerongkongan dan perut tidak melawan gravitasi. Caranya adalah dengan duduk ketika makan dan jangan berbaring selama paling tidak 2 jam sehabis makan.

Berdiri dan berjalan-jalanlah setelah makan untuk membantu cairan lambung dan pemrosesan makanan mengalir ke arah yang benar.

Ini yang penting, terutama di malam hari. Jika Anda terbiasa tidur jam 8 malam, maka sangat disarankan untuk tidak makan kecuali 2-4 jam sebelumnya. Jika Anda memaksakan diri untuk tidur, maka katup LES akan terganggu dan beresiko mendatangkan isi lambung beserta asamnya naik ke kerongkongan.

Panduan Diet GERD

Disarankan untuk tidak makan secara berlebihan atau memakan prosi besar dalam satu waktu. Lakukan sedikit-sedikit, meskipun dalam kadar yang sering. Misalnya, jatah sarapan pagi, 1 piring makanan bisa dibagi menjadi 5 kali sesi hingga siang.

Untuk dokumentasi yang baik, lakukan pencatatan atas perkembangan dan percobaan makanan yang Anda lakukan. Ini akan membantu Anda dalam menyusun strategi diet GERD yang lebih baik lagi, sehingga perubahan pola makan dapat tertata dengan baik.

One thought on “Panduan Khusus Perubahan Pola Makan bagi Penderita GERD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *