Asam Lambung dan Alkohol
Hubungan konsumsi alkohol terhadap meningkatnya resiko refluks asam

Pengaruh Alkohol terhadap Resiko Refluks Asam Lambung

Posted on

Salah satu gejala yang dialami oleh penderita GERD adalah terjadinya heartburn akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan secara intens. Sejumlah faktor baik secara anatomi, fisiologis, dan gaya hidup dapat meningkatkan resiko Anda mengalami refluks asam.

Sejumlah peneliti mengkonfirmasi atas kesetujuannya bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar menjadi faktor meningkatnya kemungkinan refluks asam.

Asam lambung yang naik akibat refluks dapat mengiritasi lapisan sensitif esofagus.

Dalam keadaan normal, refluks asam dapat dihindari dengan mengandalkan tugas dari katup Lower Esophageal Sphincter (sfingter esofagus bagian bawah) atau biasa dikenal dengan LES.

Mekanisme normal yang dilakukan oleh LES adalah dengan membuka katup cincin ototnya ketika makanan masuk dari kerongkongan menuju lambung, lalu menutupnya kembali untuk menahan agar asam lambung tidak keluar menuju ke kerongkongan.

Selain itu, air liur yang tertelan juga dapat membantu menetralisir asam yang direfluks. Apapun yang mengganggu mekanisme normal ini beresiko dapat menyebabkan refluks.

Hubungan Alkohol dengan Gangguan Asam Lambung

Jurnal Zhejiang University pada tahun 2010 mendeskripsikan beberapa hipotesis yang menyebutkan bahwa acetaldehyde dan produk sampingan beracun lainnya dari metabolisme alkohol dapat mengganggu kontraksi esofagus dan merusak fungsi LES, sehingga dapat meningkatkan resiko terjadinya refluks asam.

KERUSAKAN JARINGAN ESOFAGUS

Selain efek yang ditimbulkan akibat alkohol pada fungsi mekanis esofagus dan LES, alkohol dan produk sampingannya dapat secara langsung melukai lapisan mukosa halus lambung dan esofagus.

Minuman dengan kandungan alkohol tinggi lebih beresiko menimbulkan kerusakan kimia pada saluran pencernaan Anda, sedangkan minuman dengan kandungan alkohol kecil seperti bir dan anggur, cenderung merangsang sekresi asam lambung.

Salah satu dari efek ini dapat memperburuk gejala refluks asam dan membuat kondisinya semakin buruk.

APAKAH ADA KOMPLIKASI JANGKA PANJANG KONDISI ESOFAGUS AKIBAT  ALKOHOL?

Meskipun penggunaan alkohol kadar tinggi dapat meningkatkan risiko Anda mengalami refluks asam, namun hubungan dengan komplikasi jangka panjangnya masih perlu dikaji lebih lanjut.

Peradangan esofagus, barrett esophagus (kondisi prakanker), dan kanker esofagus dapat terjadi pada orang dengan penyakit refluks asam (GERD jika refluks asam terjadi secara berkepanjangan dan intens) baik bagi  mereka pengkonsumsi alkohol atau tidak.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kondisi ini terkait dengan konsumsi alkohol, tetapi yang lain tidak. Namun, akumulasi dari kejadian dan penyebab (termasuk alkohol) mungkin bisa dipertimbangkan sebagai faktor utama.

BEBERAPA PERTIMBANGAN TERKAIT KONSUMSI ALKOHOL BAGI PENDERITA REFLUKS ASAM

Sebagian besar penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan alkohol dosis tinggi dan refluks asam, dan sebaliknya, gejala tersebut dapat dikendalikan ketika konsumsi minuman beralkohol dihentikan.

Selain dampaknya pada refluks asam, konsumsi alkohol dosis tinggi dapat meningkatkan risiko Anda untuk masalah medis lainnya, seperti penyakit liver.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *