Penjelasan tentang perbedaan refluks asam dan regurgitasi asam
Penjelasan tentang Regurgitasi Asam

Regurgitasi Asam yang Diakibatkan GERD (Refluks Asam yang Intens)

Posted on

Ketika refluks asam (asam lambung yang naik ke esofagus / kerongkongan) dapat menyebabkan sensasi terbakar pada dada (heartburn), asam ini juga dapat menyebabkan regurgitasi, sebagian orang menyebutnya sebagai sendawa basah (wet burps). Dr. Peter J. Kahrilas dalam jurnalnya berjudul Gastroenterology dan Hepatology edisi tahun 2013, terdapat sekitar 80% pasien dengan penyakit refluks asam mengalami regurgitasi dengan berbagai tingkat keparahan.

Apa Saja Gejala yang Ditimbulkan Akibat Regurgitasi Asam?

Penderita regurgitasi asam akan mengalami rasa asam atau pahit di dalam mulut dan sensasi tidak menyenangkan akibat cairan yang bergerak naik dan turun di daerah dada.

Jika tidak segera dilakukan perawatan dengan tepat, akan mengakibatkan penderitanya mengalami suara parau atau serak serta suara napas yang berat yang terjadi ketika pita suara merespon asam yang dimuntahkan kembali dari lambung maupun kerongkongan dengan peradangan dan bisul yang disebut granuloma.

Keluhan yang lainnya adalah kesulitan dalam menelan makanan, perasaan ingin membuang cairan dari tenggorokan (bahasa jawa: riyak) , rasa berat di bagian belakang hidung atau postnasal drip.

Jadi Apa Perbedaan Mendasar Antara Refluks Asam dan Regurgitasi Asam?

Perbedaan mendasar antara refluks asam dan regurgitasi asam adalah tentang derajatnya, meskipun istilah ini sering digunakan secara bersamaan.

Refluks terjadi ketika asam dan isinya keluar dari lambung menuju ke atas hingga bagian esofagus. Kejadian ini sering menyebabkan gejala terbakar di tengah dada, bahkan tembus hingga ke punggung.

Sementara itu, regurgitasi terjadi ketika cairan bergerak naik dari lambung ke tenggorokan dan masuk ke mulut.

Antara refluks dan regurgitasi sama-sama disebabkan oleh melemahnya atau melonggarnya cincin otot yang berfungsi sebagai penghalang anti-refluks, yaitu LES (lower esophageal sphincter), yang biasanya tertutup rapat setelah makanan ditelan, untuk menutup perut dari esofagus. Ketika LES tidak kuat dalam menutup, maka asam dan isi perut dari lambung akan naik ke bagian atas.

Hubungan Regurgitasi Asam dan Gravitasi

Olahraga seperti joging atau aerobik yang melibatkan gerakan membungkuk dapat memicu regurgitasi bahkan bagi sebagian besar penderitanya, gejala dapat lebih buruk pada malam hari saat berbaring di tempat tidur.

Bagaimana Cara Mengurangi atau Menghindari Efek Regurgitasi?

Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mereduksi dan menghindari regurgitasi antara lain:

  • Diet, jika Anda kegemukan.
  • Jangan makan makanan besar sekaligus dalam satu waktu. Buat menjadi bagian-bagian kecil, dan dimakan dengan jarak waktu.
  • Hindari makan selama tiga jam sebelum berolahraga atau berbaring tidur.
  • Tinggikan posisi kepala saat tidur kira-kira sebesar 6 hingga 9 inci.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengganggu kerja LES, terutama minuman berkafein, cokelat, alkohol, mint, bawang merah dan bawang putih.
  • Hindari aktivitas olahraga high-impact seperti joging atau aerobik.
  • Hindari olahraga yang mengharuskan Anda untuk membungkuk, termasuk handstand.
  • Kenakan pakaian yang lebih longgar.

Solusi Medis bagi yang Terkena Regurgitasi Asam

Obat-obatan PPI biasanya dijadikan lini pertama sebagai pengobatan, namun secara luas dianggap kurang berhasil untuk mengobati regurgitasi.

Untuk kasus yang parah, operasi bisa menjadi pilihan. Fundoplikasi Nissen merupakan jenis operasi yang paling umum untuk mengatasi refluks dan regurgitasi, yaitu dengan mengambil bagian dari perut dan membungkusnya dengan aman di sekitar ujung bawah esofagus.

Prosedur operasi Fundoplikasi yang dilakukan secara sukses, dapat memulihkan fungsi katup satu arahnya LES.

One thought on “Regurgitasi Asam yang Diakibatkan GERD (Refluks Asam yang Intens)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *