Definis Penyakit Celiac
Mengenali tanda, gejala, dan penyebab penyakit celiac

7 Tanda, Gejala, dan Penyebab Penyakit Celiac berikut Cara Mengobatinya

Posted on

Apa sih penyakit celiac itu? Dalam Bahasa Indonesia, penyakit ini diterjemahkan sebagai penyakit seliaka. Namun penulis lebih suka menyebut nama aslinya sebagai celiac.

Ini merupakan salah satu gangguan yang melibatkan sistem pencernaan, yaitu usus kecil. Penyebab utama dari penyakit celiac ini adalah gluten. Ya, makanan maupun minuman yang mengandung gluten menjadi trigger primer sebagai biang penyakit ini.

Apa itu gluten? Gluten ialah zat protein yang banyak didapatkan dari sejumlah bahan makanan seperti gandum-ganduman (biji gandum, sereal, dan oat) dan biasanya diolah dalam bentuk kue maupun roti.

Hubungan erat antara penyakit seliaka dan gluten
Makanan yang Mengandung Gluten

Gluten juga diproduksi ke dalam berbagai jenis produk kecantikan dan kesehatan seperti lip gel, lipstik, produk perawatan kulit wajah dan rambut, odol, beberapa suplemen berupa nutrisi dan vitamin, bahkan pada obat-obatan.

Produk turunan gandum bisa banyak sekali, seperti pasta, makaroni, spageti, dan bisa dimasukkan ke dalam pembuatan pizza.

Walaupun kelihatannya sepele, celiac disease bisa menjadi sangat serius. Penyakit celiac bisa mengakibatkan problematika jangka panjang. Orang-orang dengan penyakit celiac dapat terganggu penyerapan nutrisi yang ia konsumsi, hingga berujung pada masalah gangguan kekebalan atau imunitas.

Terdapat perbedaan antara penyakit celiac dan orang-orang yang hanya sensitif terhadap gluten atau intoleransi gandum.

Kalau Anda memiliki sensitivitas saja terhadap gluten, mungkin Anda akan merasakan gejala yang mirip dengan penyakit celiac seperti kelelahan dan merasakan sakit pada bagian perut.

Jika Anda hanya mengalami hal di atas, maka kekhawatiran Anda tidak perlu berlebihan, karena perbedaan utama antara orang-orang yang hanya sensitif dengan gluten dibandingkan dengan orang dengan penyakit celiac adalah dampak yang ditimbulkan.

Penderita penyakit celiac berisiko mengalami kerusakan pada bagian usus kecil.

Penyakit celiac juga mempunyai perbedaan dibandingkan dengan mereka yang hanya mengalami alergi gandum. Baik orang yang menderita celiac dan alergi gandum, mungkin akan sama-sama melibatkan sistem kekebalan tubuh akibat bereaksi dengan gandum.

Namun, nyatanya terdapat perbedaan gejala yang dialami di antara geduanya. Orang-orang yang alergi dengan gandum biasanya akan merasakan gatal pada area mata dan sedikit kesulitan bernapas. Namun, tidak menimbulkan kerusakan pada bagian usus kecil.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Penyakit celiac mempunyai beberapa tanda, gejala, maupun penyebab, di antaranya yaitu:

  1. Perut kembung, begah, dan bengkak di bagian perut.
  2. Mengalami diare yang kronis.
  3. Konstipasi, sembelit, atau susah mengeluarkan air besar.
  4. Sering kentut atau buang gas.
  5. Perasaan mual.
  6. Bentuk feses pucat, baunya lebih menyengat, berlemak, dan biasanya mengapung.
  7. Sakit perut.
  8. Muntah.

Sejumlah orang dengan penyakit celiac mempunyai satu atau lebih gejala seperti yang disebutkan di atas. Tetapi, yang perlu diketahui, beberapa orang mungkin tidak merasakan gejala di atas atau merasa sakit.

Kadang-kadang, masalah kesehatan lain seperti pasca operasi, kehamilan, persalinan, gastroenteritis bakterial, infeksi yang disebabkan oleh virus, dan atau tekanan psikis yang berat bisa memicu penyakit ini.

Bagi anak-anak yang terkena penyakit celiac, risiko lain dapat ditimbulkan karena gangguan penyerapan nutrisi makanan yang tentunya akan sangat mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Beberapa risiko bagi anak-anak yang mengalami penyakit celiac antara lain:

  • Gangguan dan kerusakan pada bagian enamel gigi (bahkan bisa permanen).
  • Anak akan mengalami penundaan pubertas.
  • Pada bayi, pertumbuhan terhambat.
  • Perubahan mood seperti mudah merasa kesal dan tidak sabaran.
  • Anak tumbuh pendek.
  • Berat badan yang menurun.

Pada orang dewasa, selain bisa mendapatkan satu atau lebih dari 8 gejala di atas, bisa juga mengalami hal-hal yang tidak lazim seperti:

  • Lidah menjadi merah, halus, dan berkilau.
  • Anemia atau kekurangan darah.
  • Perasaan nyeri pada tulang dan sendi.
  • Merasa depresi atau mendapatkan masalah kecemasan (anxiety).
  • Dermatitis herpetiformis (sejenis penyakit auto-imun yang berdampak pada masalah kulit, seperti ruam gatal).
  • Infertilitas atau terjadi keguguran yang berulang-ulang.
  • Jadwal menstruasi yang terhambat.
  • Mengalami sariawan atau bibir pecah-pecah.
  • Kejang dan kesemutan di area tangan dan kaki.
  • Mudah lelah.
  • Tulang menjadi lemah dan rapuh.
Ruam kulit yang gatal adalah salah satu gejala penyakit celiac
Salah satu gejala penyakit celiac

Orang dewasa yang mengalami gejala gangguan pencernaan dengan penyakit celiac mungkin akan mengalami rasa kembung dan sakit perut, penyumbatan usus, kelelahan yang berlangsung sangat lama, bisul, bahkan luka pada lapisan usus.

Mengapa gejalanya bervariasi?

Seperti keterangan pada paragraf sebelumnya, setiap orang yang mengalami penyakit celiac mungkin akan merasakan gejala yang berbeda-beda.

Gejala ini mungkin akan bergantung pada seberapa lama dulu saat Anda masih bayi disusui.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena menurut sejumlah studi telah menunjukkan bahwa semakin lama Anda disusui, kemungkinan gejala penyakit ini bisa muncul.

Terdapat pula faktor-faktor lain yang menjadi pembeda antara setiap penderita, antara lain:

  • Seberapa banyak gluten yang Anda makan.
  • Usia Anda saat mulai makan gluten.
  • Seberapa besar kerusakan usus kecil Anda.
  • Faktor usia.

Orang-orang dengan penyakit celiac yang tidak merasakan tanda-tanda yang sudah disebutkan masih bisa terkena risiko komplikasi jika kejadiannya terus-menerus dan tidak ditangani dengan baik.

Penyakit Celiac dan Sistem Kekebalan Tubuh

Penderita penyakit celiac mungkin akan merasakan sejumlah masalah yang berkaitan dengan sistem pertahanan alami tubuh, menyerang sel-sel sehat dalam badan mereka.

Bahkan reaksi tersebut bisa dirasakan hingga melebar, menuju ke bagian lain pada tubuh Anda, seperti permasalahan pada sendi, tulang, sistem saraf, limpa, kulit.

Siapa saja yang mungkin terkena penyakit celiac ini?

Walaupun penyakit celiac ini kerap menjangkiti anak-anak dan dewasa di sejumlah bagian belahan bumi, nyatanya penyakit ini lebih banyak terjadi pada orang-orang ras Kaukasia, terutama pada kaum wanita.

Ada juga keterkaitan genetika terkait penyakit ini. Jika Anda mempunyai anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini, Anda mungkin akan mempunyai risiko lebih tinggi dibanding orang-orang di sekitar Anda.

Dalam beberapa kasus, orang-orang dengan down syndrome, sindrom turner, dan penderita diabetes tipe 1 juga berisiko terkena penyakit celiac.

Saling keterkaitannya satu sama lain juga membuat orang-orang yang telah terkena penyakit ini juga bisa menjadi trigger untuk penyakit lainnya, yaitu penyakit addison, penyakit hashimoto, sirosis bilier primer, dan diabetes tipe 1.

Apa saja komplikasi dari penyakit celiac ini?

Jika dalam jangka panjang Anda menderita penyakit ini dan tak kunjung membaik, maka risiko komplikasi bisa saja terjadi.

Berikut adalah komplikasi dari penyakit celiac yang sering dijumlai:

  • Mengalami mal nutrisi. Keadaan di mana nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin, mineral, tidak Anda dapatkan dengan cukup.
  • Terjadinya kerapuhan tulang atau osteoporosis atau pelunakan tulang. Kejadian ini dikenal sebagai osteomalacia.
  • Adanya masalah pada sistem saraf.
  • Problem-problem terkait reproduksi.

Disamping itu, potensi mendapati komplikasi lain yang cukup jarang terjadi antara lain:

  • Kanker usus.
  • Penyakit liver.
  • Limfomia, yaitu kanker yang menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh yang dikenal sebagai sistem getah bening, dengan cakupan usus.

Dalam beberapa kasus tapi sangat jarang terjadi, Anda mungkin akan terus-terusan mendapati apa yang disebut kesulitan menyerap nutrisi. Kalau sudah pada tahapan tersebut (artinya sudah sangat lama), bisa jadi Anda akan menerima nutrisi melalui infus.

Sedikit penjelasan lanjutan tentang Dermatitis Herpetiformis

Dermatitis herpetiformis masuk dalam kategori penyakit kulit dengan tanda-tanda adanya ruam kulit dan bersifat gatal serta melepuh.

Ruam tersebut umumnya akan muncul di area lutut, siku, punggung, bokong, dan kulit kepala.

Prosentasenya menjangkit sekitar 10% dari keseluruhan penderita penyakit celiac ini dengan sejumlah rentang usia, namun kemunculan tersebut ditengarai baru muncul pada orang-orang dengan usia 30 hingga 40 tahun.

Apa sih sebenarnya yang menjadi sumber penyebab penyakit celiac ini?

Sejumlah riset menyebutkan bahwa penyakit celiac hanya terjadi pada level individu dengan gen tertentu.

Individu-indvidu dengan gen ini dibawa oleh sepertiga populasi yang ada dan harus di-trigger atau dipicu dengan makan makanan yang mengandung gluten untuk memiliki penyakit ini.

Penelitian masih belum sampai pada kasus di mana orang-orang yang menderita penyakit celiac mendapatkan penyakit tersebut hanya karena makan-makanan yang mengandung gluten saja dalam jangka waktu yang lama (bukan karena faktor gen).

Kadang-kadang penyakit ini merasuki dalam suatu keluarga. Hal ini dibuktikan dengan adanya rentang prosentase 10 hingga 20 persen keluarga dekat yang terpengaruh penyakit ini.

Jadi, jika harus dijawab apa sebenarnya yang menjadi faktor utama penyebab penyakit celiac ini adalah saat Anda mempunyai turunan atau gen kerabat yang memiliki riwayat penyakit ini, maka risiko tersebut bisa menghampiri Anda.

Penegakan Diagnosis Penyakit Celiac

Terus terang bahwa penyakit celiac ini cukup sulit untuk didiagnosis. Hal ini dikarenakan gejala-gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti sindrom iritasi usus besar atau IBS, juga intoleransi laktosa.

Beberapa hal yang mungkin akan dokter dalami terkait penegakan diagnosis ini adalah dengan sejumlah interview, memeriksa riwayat medis Anda dan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik dan sejumlah tes, seperti tes darah, tes genetik, dan biopsi.

Mengapa harus menanyakan riwayat medis keluarga? Sesuai dengan keterangan sebelumnya, bahwa penyakit ini sangat erat kaitannya dengan faktor genetika.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan melakukan tinjauan terhadap hal-hal yang terkait dengan mal-nutrisi. Kemudian akan memeriksa kondisi fisik terkait apakah ada ruam-ruam yang menjangkiti kulit pada bagian tubuh tertentu.

Termasuk memeriksa menggunakan stetoskop dan mengetuk perut Anda agar mengetahui apakah terdapat rasa sakit atau bengkak.

Masih dalam hal pemeriksaan fisik, kunjungan ke dokter gigi dapat membantu dan menjadi langkah pertama sebelum sesi-sesi pemeriksaan selanjutnya.

Kondisi cacat pada bagian enamel gigi dapat menjadi sinyal pertama dalam rangkaian proses diagnosis ini.

Kerusakan pada enamel gigi bisa meliputi timbulnya bintik-bintik putih, kuning, atau coklat pada gigi.

Cacat enamel gigi ini dapat membantu dokter dan tenaga medis lainnya dalam mengidentifikasi penyakit celiac ini.

Tes Darah

Tes darah dilakukan dengan mengambil dan mengirim sampel darah tersebut ke laboratorium.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui antibodi yang umum terjadi pada penyakit celiac ini.

Walaupun hasilnya negatif, dokter mungkin akan menginvestigasi lebih lanjut dengan mengambil sampel darah lebih banyak lagi.

Tes Genetika

Tes genetik dapat dilakukan jika tes darah dan tes fisik masih belum menguatkan untuk penegakan diagnosis ini.

Dokter mungkin akan meminta sejumla sampel darah Anda lagi untuk kemudian diuji secara genetik untuk melihat perubahan gen atau varian tertentu.

Biopsi usus

Jika tes darah yang sudah Anda lakukan menunjukkan tanda-tanda penyakit celiac, dokter mungkin akan melakukan tes lanjutan untuk lebih memastikan lagi kondisinya, yaitu dengan biopsi.

Prosedur untuk menegakkan diagnosis penyakit celiac melalui biopsi usus (intestinal biopsy)
Biopsi Usus melalui Endoskopi Atas

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil jaringan kecil dari tubuh Anda, yaitu pada area usus kecil.

Prosedur yang akan dilakukan dalam menyertai tes ini adalah endoskopi bagian atas (upper endoscopy).

Biopsi jaringan kulit

Biopsi kulit akan dilakukan jika dokter mencurigai Anda mengalami dermatitis herpetiformis.

Tes ini dilakukan dengan mengangkat potongan kecil dari jaringan kulit Anda untuk kemudian diperiksa dengan detail menggunakan alat mikroskop.

Tes kulit dilakukan untuk mengetahui antibodi yang umum pada penyakit celiac dengan memeriksa jaringannya.

Biopsi usus tidak diperlukan jika dokter telah memastikan tes biopsi kulit dan tes darah sudah menunjukkan tanda kuat penyakit celiac.

Perawatan / Pengobatan Penyakit Celiac

Dengan terdiagnosisnya penyakit ini, dokter pasti akan menyarankan Anda untuk melakukan diet bebas gluten.

Seperti pada pembahasan sebelumnya, gluten ialah protein yang didapatkan secara alami dalam golongan gandum yang kemudian memicu reaksi sehingga Anda mengalami penyakit celiac.

Gejala-gejala tersebut akan berkurang, dengan kata lain kondisi penderita dengan penyakit celiac akan membaik jika mereka melakukan diet bebas gluten.

Saat ini sudah banyak toko makanan dan restoran yang memberikan klasifikasi terhadap makanan yang dijual dengan tulisan khusus bebas gluten, sehingga jika Anda mengalami penyakit ini, akan lebih mudah mendeteksi dan memilih makanan yang ingin dikonsumsi.

Dokter yang menangani penyakit Anda ini mungkin akan memberikan rujukan kepada nutrisian atau ahli gizi yang akan berkolaborasi dalam proses perawatan dan pengobatan penyakit ini.

Seorang ahli diet akan mengajarkan kepada Anda tentang cara bagaimana menghindari gluten saat Anda menjalankan program diet nantinya.

Beberapa tips yang bisa diikuti terkait menjalankan diet ini antara lain:

  • Selalu periksa label makanan untuk mendapatkan keterangan apakah produk makanan tersebut mengandung gluten atau tidak.
  • Lakukan catatan perencanaan makan sehari-hari.
  • Makan dan minum dari jenis yang menyehatkan, bukan junk food.

Bagi kebanyakan orang pada umumnya, diet bebas gluten yang konsisten bisa memperbaiki kerusakan di bagian usus kecil sekaligus mencegah kerusakan lebih berat.

Dalam sisi waktu, bagi anak-anak, biasanya usus kecil bisa sembuh dalam kurun waktu 3-6 bulan pada anak-anak. Sementara itu, proses penyembuhan total bagi orang dewasa dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Setelah Anda sembuh, vili yang rusak oleh penyakit ini akan tumbuh kembali dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik yaitu melakukan penyerapan nutrisi dari makanan ke dalam aliran darah secara normal.

Vili adalah juluran tuburan. Dindinginterior usus kecil pada seseorang akan ditutupi dengan banyak benang yang berfungsi sebagai situs untuk penyerapan nutrisi dan cairan yang diperlukan oleh tubuh.

Diet tanpa Gluten dan Dermatitis herpetiformis

Mungkin anda akan mengalami kulit ruam, gatal, dan melepuh yang disebut sebagai dermatitis herpetiformis saat Anda melakukan diet bebas gluten sebagai respon atasnya.

Jika hal di atas terjadi, obat-obatan seperti dapson yang diminum dapat mengendalikan gejala kulit ruam tersebut. Jika Anda mengkonsumsi dapson, Anda memerlukan pemeriksaan darah secara rutin untuk memeriksa efek samping dari obat tersebut.

Perlu diketahui bahwa dapson tidak digunakan untuk mengobati gejala atau kerusakan usus, maka dari itu Anda harus tetap melakukan diet bebas gluten jika mengalami ruam tersebut.

Perlu menjadi catatan pula bahwa ruam yang Anda alami saat Anda menjalankan diet bebas gluten mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Hindari obat-obatan dan produk yang bukan makanan yang mungkin mengandung gluten

Saat dokter memberikan resep kepada Anda obat-obatan bebas gluten, ia mungkin juga akan memberitahu Anda produk makanan maupun minuman yang mengandung glutern secara tersembunyi yang perlu dihindari.

Ketika Anda akan bertransaksi dengan apoteker, pastikan Anda jug amenanyakan kandungan yang terdapat pada sejumlah suplemen dan nutrisi kesehatan yang Anda beli apakah terkandung gluten di dalamnya.

Begitu juga dengan obat bebas, suplemen, dan mineral, pastikan Anda mendapatkan informasi yang jelas mengenai komposisi yang terdapat di dalamnya.

Berikut adalah sejumlah produk yang perlu Anda waspadai mengandung gluten di dalamnya:

  • Mainan adonan bagi anak-anak (play-doh).
  • Kosmetik (termasuk lipstik, lip gel, lip balm, dan lip glos).
  • Produk perawatan kulit dan rambut seperti body lotion, shampo, serum, kondisioner, dan lulur).
  • produk perawatan mulut dan gigi seperti odol / pasta gigi, obat kumur, dan pemutih gigi.

Khusus untuk obat-obatan, sangat jarang disertakan gluten di dalamnya. Sejumlah produk makanan, kosmetik, suplemen, dan obat biasanya terdapat label yang menyertakan konfirmasi atas kehadiran gluten atau tidak di dalamnya.

Jika tidak terdapat informasi yang menyebutkan hal tersebut, tanyakan kepada apoteker atau penjualnya.

Pola Makan, Diet, dan Pemenuhan Nutrisi bagi Penderita Celiac

Melanjutkan dari pembahasan sebelumnya, makanan yang mengandung gluten serta protein yang ditemukan dalam sejumlah varian gandum, sangat pendting untuk dihindari untuk mengobati penyakit celiac ini.

Mengeliminasi gluten dalam makanan keseharian Anda akan memperbaiki gejala, termasuk kondisi usus kecil yang dapat dicegah kerusakannya lebih lanjut.

Sekali lagi, selain pada produk gandum-ganduman, Anda perlu menghindari semua produk yang mengandung gluten seperti sejumlah besar makanan sereal, pasta, biji-bijian, dan makanan olahan lainnya.

Walaupun Anda perlu menghindari sejumlah makanan tertentu, Anda masih mempunyai banyak pilihan makanan yang bisa Anda konsumsi dengan kandungan bebas gluten.

Contoh Label Makanan Bebas Gluten

Beberapa makanan seperti daging, ikan, buah-buahan, kentang, dan sayuran, juga nasi sebagai makanan pokok dengan tanpa bumbu atau aditif yang mengandung gluten merupakan salah satu kombinasi diet yang seimbang.

Anda sebenarnya masih bisa memakan roti, pasta, asalkan tidak mengandung gluten. Ini bisa ditemukan pada toko-toko atau kios kue tertentu yang memberikan tanda atau label maupun nitifikasi bebas gluten.

Dengan berkembangnya teknologi pengolahan makanan, Anda sebenarnya masih bisa makan gandum dalam jumlah yang sedang, asalkan andungan glutennya sudah dipisahkan selama pemrosesan berlangsung. Untuk hal ini, mintalah pendapat kepada dokter atau ahli gizi Anda.

Tips membeli makanan atau minuman

Ketika Anda beraktivitas di luar rumah dan ingin berbelanja atau makan, ikutilah tips-tips berikut:

  1. Sebelum membeli, bacalah label makanan, ini berlaku pada semua makanan dalam kemasan seperti makanan kaleng, makanan beku, dan makanan olahan lainnya, pastikan tidak mengandung gluten.
  2. Tetap lakukan identifikasi terhadap makanan yang sudah tertulis label bebas gluten pada kemasannya.
  3. Jika Anda makan di , kedai, warung, atau restoran, tanyakan kepada pelayanan atau koki tentang bagaimana mereka menyiapkan dan memprosesnya.
  4. Saat memilih menu makanan, cari tahu apakah ada menu khusus makanan yang tidak mengandung gluten.
  5. Jika Anda akan bepergian baik menggunakan layanan darat, laut, dan udara, biasanya akan ada informasi tentang makanan yang bisa dipesan sebelum perjalanan. Dalam pre-flight order, pastikan Anda memilih menu atau menanyakan menu yang bebas gluten.

Demikianlah informasi tentang gejala, tanda, penyebab, dan pengobatan penyakit celiac.

One thought on “7 Tanda, Gejala, dan Penyebab Penyakit Celiac berikut Cara Mengobatinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *