Perut Kembung Apakah Salah Satu Gejala Virus Corona Covid-19?
Perut Kembung Akibat Isolasi Mandiri Virus Corona. Mengapa?

Perut Merasa Kembung? Beginilah Isolasi Virus Corona Mempengaruhi Sistem Pencernaan

Posted on

Situasi pandemi virus corona akhir-akhir ini telah memaksa sebagian wilayah melalui otoritasnya untuk memberlakukan aturan agar kita tinggal di rumah untuk mereduksi penyebaran atau penularan COVID-19.

Apakah itu bekerja dari rumah (working from home), mengisolasi diri setelah melakukan kunjungan ke wilayah tertentu yang menyebabkan rutinitas menjadi berubah drastis dibandingkan dengan keadaan normal. Bagi kebanyakan orang, tentu situasi ini mempengaruhi diet mereka.

Dalam suatu segmen acara Morning Show yang dirilis oleh Global News, terdapat salah satu pakar bernama Kyle Buchanan yang mengatakan bahwa masalah pencernaan menjadi lebih umum selama pendemi ini berlangsung.

Menurutnya, faktor utama yang berkontribusi terhadap gangguan sistem pencernaan. Saat stres berlangsung, seseorang tidak menghasilkan enzim pencernaan sebanyak pada saat situasi normal berlangsung.

“Pastikan Anda dalam keadaan santai setiap kali Anda makan, apakah itu camilan atau makanan (berat),” tambahnya.

Ia juga menyarankan agar mengambil napas dalam-dalam sebelum makan.

Kyle Buchanan juga merekomendasikan agar orang-orang yang menjalani isolasi di rumah untuk meminum teh jahe di pagi hari dan meminumnya sepanjang hari. Ini akan membantu mengatasi perasaan kembung di perut setelah makan.

Problem lain yang terjadi selama aktivitas yang tidak biasa ini adalah kebiasaan mengemil pada waktu yang acak sepanjang hari. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi pada pencernaan.

Ia mengatakan bahwa kita harus menyadari kapasitas diri sendiri apakah saat ini kita benar-benar lapar, haus, atau bosan.

Perlu diketahui, kembung tidak selalu merupakan hasil dari makan satu jenis makanan.

Seorang ahli diet asal Toronto, Abby Langer menyampaikan hal tersebut dalam laporannya di Global News pada sesi sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa apa yang banyak orang tidak sadari ialah ketika Anda meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran, beralih dari diet yang penuh dengan junk food ke makan makanan utuh. Anda juga akan meningkatkan asupan serat dan itu akan membuat perut menjadi kembung.

Rasa kembung juga bisa berasal dari alkohol, PMS, dan sembelit. Melakukan pemijatan terhadap perut Anda dapat membantu meringankan kembung dari konstipasi.

Pejabat kesehatan pemerintahan telah memperingatkan kepada warga yang melakukan perjalanan internasional. Wisatawan yang kembali secara hukum wajib melakukan isolasi diri selama 14 hari untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.

Beberapa propinsi dan wilayah juga telah menerapkan rekomendasi tambahan maupun langkah-langkah penegakan hukum untuk memastikan mereka yang kembali untuk melakukan isolasi mandiri.

Gejala-gejala yang perlu dicurigai termasuk di dalamnya adalah demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Ini sangat mirip dengan gejala pilek dan flu. Beberapa orang dapat mengalami risiko pengembangan penyakit yang lebih parah.

Orang yang paling berisiko mengalami hal ini diantaranya adalah orang-orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis kronis seperti penyakit paru-paru, jantung, dan ginjal. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, hubungi otoritas kesehatan setempat.

Untuk mencegah penyebaran virus, para ahli merekomendasikan untuk sering mencuci tangan dan menggunakan masker. Hand sanitizer diperlukan jika Anda mendapatkan kesulitan akses untuk bercuci tangan dengan sabun,

Mereka juga merekomendasikan untuk meminimalkan kontak dengan orang lain, tinggal di rumah sebanyak mungkin dan menjaga jarak 2 meter dari orang lain jika Anda keluar rumah.

One thought on “Perut Merasa Kembung? Beginilah Isolasi Virus Corona Mempengaruhi Sistem Pencernaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *