Lower Esophageal Sphincter
Katup LES di antara Esofagus dan Lambung

Tips-tips Penting untuk Penderita GERD

Posted on

Gatroesophageal reflux disease atau sering kita sebut sebagai GERD terjadi ketika katup lower esophageal sphincter (LES) tidak bisa menutup dengan baik. Jika hal tersebut terjadi, maka isi perut akan kembali naik ke kerongkongan, sehingga menyebabkan rasa seperti terbakar. Tips-tips di bawah ini merupakan petunjuk penting bagi kalian yang menderita penyakit ini.

LES merupakan otot yang berbentuk seperti cincin di bagian bawah esophagus dengan tugas sebagai jembatan atau katup yang berada di antara kerongkongan dan lambung. Rasa mulas bisa terjadi ketika asam yang berasal di lambung menyentuh bagian esophagus, yang menyebabkan rasa atau sensasi terbakar di bagian dada. Jika kondisi ini terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, maka kita bisa menyebut jika penderita mengalami GERD. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa  menjadi masalah kesehatan yang serius.

Perbedaan Lambung Normal dan GERD

Pola diet tertentu dapat dilakukan sebagai bagian dari treatment. Tujuan diet ini yaitu untuk mengurangi naiknya cairan lambung ke kerongkongan dan menghindari makanan maupun minuman yang dapat mengiritasi mukosa esophagus. Terkhusus bagi penderita yang mengalami obesitas atau kelebihan badan, hal ini akan menjadi wajib dilakukan, karena kelebihan berat badan berdampak pada meningkatnya tekanan perut.

Tips Penting untuk Penderita GERD

Beberapa makanan yang wajib dihindari bagi penderita GERD untuk mengurangi gejalanya antara lain:

  1. Kafein (kopi, the, cokelat)
  2. Buah / jus jeruk
  3. Minuman bersoda
  4. Alkohol
  5. Mint
  6. Produk tomat (sambal, saus tomat)
  7. Gorengan dan semua makanan berminyak / digoreng
  8. Bawang (bawang merah dan bawang putih)
  9. Makanan pedas

Panduan yang Terkait dengan Pola Hidup

Beberapa panduan / instruksi khusus yang dapat dijadikan pedoman bagi penderita GERD, antara lain:

  1. Jaga berat tubuh ideal.
  2. Jangan makan berat sekaligus, lakukan dengan porsi kecil namun sering. Porsi makan yang besar dapat berdampak pada tekanan perut yang meningkat dan beresiko terjadinya refluks (asam lambung yang naik ke kerongkongan).
  3. Hindari makan makanan berlemak yang berlebihan. Lambung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memproses lemak. Semakin berat kerja lambung, semakin banyak produksi asam yang dibutuhkan. Jadi, kurangi porsi margarin, mentega, daging berlemak, produk susu dengan lemak jenuh seperti keju.
  4. Jangan sekali-kali rebahan / tiduran setelah makan. Jaga posisi badan agar tetap tegak selama 45 hingga 60 menit setelah makan. Hindari posisi membungkuk atau perut berada di bawah pinggang seperti aktivitas mengikat tali sepatu, mengambil barang di bawah, salto, maupun headstand.
  5. Beri jarak antara aktivitas makan dan tidur. Paling tidak tunggu 3 atau 4 jam setelah makan untuk bergegas tidur.
  6. Sebisa mungkin untuk menghindari pakaian yang ketat di daerah perut. Pemakaian korset sangat tidak dianjurkan bagi penderita GERD.
  7. Tinggikan posisi kepada atau bagian atas badan saat Anda tidur setinggi kurang lebih 6 hingga 8 inci.
  8. Stop merokok, ini wajib.
  9. Setiap penderita memiliki kondisi yang berbeda-beda terkait makanan yang dapat memicu penyakit ini. Anda bisa melakukan testing atau percobaan terhadap makanan yang biasa Anda makan dan melihat reaksinya.
  10. Konsultasikan dengan dokter secara rutin mengenai perrubahan atau perkembangan terhadap penyakit yang Anda alami. Untuk penderita GERD, obat umum yang sering digunakan untuk diresepkan adalah jenis PPI, atau proton pump inhibitor.

PEDOMAN DIET UNTUK PENDERITA GERD

Rumusan di bawah ini dapat menjadi panduan bagi Anda untuk mengurangi efek dari naiknya asam lambung ke kerongkongan. Toleransi setiap indovidu mungkin berbeda untuk beberapa kasus.

Susu dan Produk Susu

Kategori susu dan produk susu yang umumnya dianggap aman antara lain: susu tanpa lemak, susu rendah lemak, yogurt rendah atau tanpa lemak, susu kedelai.

Produk susu yang memungkinkan memicu GERD antara lain: susu cokelat, keju susu, milkshake, susu yoghurt, keju lemak tinggi.

Produk Roti dan Sereal

Kategori roti dan sereal yang umumnya dianggap aman, antara lain: roti tawar (baik dengan atau tanpa tepung gandum utuh), roti gulung polos, biscuit, pancake, wafel, bagel, dan tortilla jagung.

Kategori produk roto dan seral yang memungkinkan menjadi pemicu GERD, antara lain: roti dan sereal yang mengandung lemak tinggi yang dicampurkan dalam biscuit, donat, roti manis, pizza, dan roti bakar.

Makanan Penutup

Dessert atau makanan penutup yang umumnya dianggap aman: buah-buahan yang tidak mengandung memicu asam lambung, es krim rendah lemak, pudding rendah lemak, pudding tanpa lemak, sup buah.

 Makanan penutup yang dimungkinkan memicu GERD: dessert yang mengandung frosting cokelat, pudding susum, kue kering.

Buah-buahan yang Disarankan dan Dihindari

Buah-buahan yang umumnya aman bagi penderita GERD: apel, lidah buaya, pisang, melon, adas.

Buah-buahan yang memungkinkan memicu GERD: jeruk (termasuk jeruk nipis), lemon, nanas.

Produk Daging dan Pengganti Daging

Daging yang umumnya diaggap aman untuk penderita GERD: daging tanpa lemak yang diolah dengan baik, unggas (tanpa kulit), ikan segar, kerang, tahu, kacang polong, telur rebus.

Daging dan makanan pengganti daging yang dimungkinkan memicu GERD: daging yang digoreng, unggas, ikan, dan telur yang digoreng.

Sup

Makanan sup yang umumnya dianggap aman: kaldu bebas lemak, sup sayuran, sup daging tanpa lemak, susu bebas lemak.

Makanan jenis sup yang memungkinkan dapat memicu GERD: sup krim dan tomat.

Makanan Manis

Makanan manis yang umumnya dianggap aman bagi penderita GERD: gula aren, madu murni, selai, jelly.

Makanan manis yang dapat memicu GERD: santan, permen dengan krim, kacang, cokelat.

Sayuran

Jenis sayuran yang dianggap aman untuk penderita GERD yaitu: sayuran segar, sayuran beku, sayur kaleng tanpa lemak.

Jenis sayuran yang dapat memicu GERD: kol, sayuran goring atau krim, tomat dan variasi produknya, bawang.

Makanan Lain

Beberapa makanan yang dianggap aman bagi GERD adalah oregano, lada, garam, kopi tanpa kafein, teh tanpa kafein.

Beberapa makanan lain yang memungkinkan terpicunya GERD: saus berbahan dasar tomat, cabai, minuman berkarbonasi, cuka, dan minuman beralkohol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *